P.Sudirman 82 Street,Caruban Madiun

  • Green School

    Study Hard

    Dahulu kami bernama SMAN 1 CARUBAN

  • Be Disciplined

    Be honest

    Be Succes

  • Visi : Unggul Dalam Imtaq Dan Iptek

    Berkarakter Budaya Bangsa

    Dan Mandiri Dalam Memelihara Lingkungan

  • sistem pembelajaran

    efisien, efektif, dan inovatif

    terintegasi dengan lingkungan

KEGIATAN REBOISASI……..TEMUKAN FOSIL JAMAN PURBA

Pada hari Sabtu, 19 Januari 2013 yang lalu, pada saat siswa dan guru SMA Negeri 1 Mejayan melakukan kegiatan reboisasi di kawasan hutan di Kedung Brubus, Desa Bulu Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, menemukan tulang hewan yang sudah membatu yang diperkirakan fosil hewan purba. Temuan ini langsung dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Dari pengamatan fisik, diduga kuat ini fosil hewan purba,” kata Pamong Budaya Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Arif Ardianto saat mendata serpihan fosil di laboratorium SMA Negeri 1 Mejayan, Senin, 21 Januari 2013.

Sarjana Arkeologi Universitas Gajah Mada ini mengatakan, Kedung Brubus merupakan salah satu situs pra sejarah yang ada di Jawa Timur bahkan sudah diakui dunia. Ia memperkirakan usia fosil hewan purba tersebut sekitar 11 ribu tahun.
Meski butuh penelitian oleh instansi yang kompeten, sejumlah guru biologi dan sejarah sekolah setempat serta pamong budaya Dinas Pendidikan sudah bisa memperkirakan jenis hewan yang sudah memfosil tersebut.
Dari pengamatan fisik terlihat sejumlah tulang maupun bagian tubuh hewan tertentu di antaranya diduga potongan gading gajah, tulang tungkai gajah, tanduk rusa, dan berbagai macam tulang yang diduga bagian tubuh rusa seperti tulang rusuk, tulang belakang, dan sebagainya. Selain hewan darat, diduga juga ada fosil hewan laut dan tanaman purba namun sulit diidentifikasi dengan pengamatan fisik.
Hasil pendataan yang dilakukan siswa dan guru setempat, sementara tercatat ada 21 serpihan diduga tulang gajah purba, 199 serpihan diduga tulang rusa, dan satu serpihan tulang diduga fosil tumbuhan purba. Kini ratusan serpihan diduga kuat tulang belulang hewan dan tanaman purba tersebut disimpan di laboratorium sekolah setempat